Pengertian Film

Menurut ilk21,Film ialah media komunikasi yang mempunyai sifat audio visual untuk mengucapkan suatu pesan untuk sekelompok orang yang berkumpul di sebuah tempat tertentu. (Effendy, 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa bisa berbentuk apa saja tergantung dari tujuan film tersebut. Akan tetapi, umumnya suatu film bisa mencakup sekian banyak pesan, baik tersebut pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dalam film ialah menggunakan mekanisme emblem – emblem yang terdapat pada pikiran insan berupa isi pesan, suara, perkataan, pembicaraan dan sebagainya. Film juga dirasakan sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap massa yang menjadi sasarannya, sebab sifatnya yang audio visual, yakni gambar dan suara yang hidup.

 

Dengan gambar dan suara, film dapat bercerita tidak sedikit dalam masa-masa singkat. Ketika menyaksikan film pemirsa seakan-akan dapat menjebol ruang dan masa-masa yang dapat mengisahkan kehidupan dan bahkan dapat memprovokasi audiens. Dewasa ini terdapat sekian banyak ragam film, meskipun teknik pendekatannya berbeda-beda, seluruh film dapat disebutkan mempunyai satu sasaran, yaitu unik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung. Di samping itu, film bisa dirancang guna melayani kebutuhan publik terbatas maupun publik yang seluas-luasnya. Pada dasarnya film bisa dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar, yaitu kelompok film kisah dan non cerita. Pendapat beda menggolongkan menjadi film rekaan dan non fiksi.

 

Film cerita ialah film yang diproduksi menurut kisah yang dikarang, dan dimainkan oleh aktor dan aktris. Pada lazimnya film cerita mempunyai sifat komersial, dengan kata lain dipertunjukan di bioskop dengan harga karcis tertentu atau diputar di televisi dengan sokongan sponsor iklan tertentu. Film non cerita ialah film yang mengambil fakta sebagai subyeknya, yakni merekam fakta dari pada rekaan tentang kenyataan. (Sumarno, 1996:10). Dalam perkembangannya, film kisah dan non kisah saling memprovokasi dan melahirkan sekian banyak jenis film yang mempunyai ciri, gaya dan corak masing-masing. Seperti halnya dengan film Pendekar Awan dan Angin yang ketika ini dibicarakan penulis, film ini tergolong film kisah karena ceritanya dikarang yang dipertunjukan ditelevisi dengan sokongan iklan.

 

Film cerita supaya tetap digemari penonton mesti tanggap terhadap pertumbuhan zaman, dengan kata lain ceritanya mesti lebih baik, penggarapannya yang profesional dengan kiat penyuntingan yang semakin modern sehingga pemirsa tidak merasa didustai dengan trik-trik tertentu bahkan seolah-olah malah penonton yang menjadi aktor/aktris di film tersebut. Dalam penciptaan film kisah diperlukan proses pemikiran dan proses teknis, yakni berupa penelusuran ide, usulan atau kisah yang digarap, sementara proses teknis berupa kemampuan artistik guna mewujudkan segala ide, usulan atau kisah menjadi film yang siap ditonton.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.