Menguak Sejarah Singkat Tentang Film

Kamera obscure menjadi kamera kesatu yang ditemukan dan menjadi mula terbentuknya indrustri film bioskop dan sinema. Perkembangan kamera yang sekarang semakin maju dan modern juga secara tidak langsung turut memprovokasi kualias film yang diproduksi. Seperti yang anda ketahui bahwa kualitas film semakin bagus dari tahun ke tahun. Setidaknya dari sisi kualitas gambar dan visual grafis. Awal gagasan film kesatu hadir di tahun 1878. Saat tersebut seorang figur asal Amerika Serikat mempunyai nama Edward James Muybridge menciptakan 16 gambar gambar kuda yang disambungkan dalam 16 frame yang lantas memunculkan ilusi seolah-olah kuda itu sedang berlari. Konsep film secara frame by frame ini juga menjadi mula dan konsep dasar dari penciptaan Voirfilms di era tersebut dan pun di era canggih ke depannya.

Konsep kuda berlari tersebut juga menjadi gambar gerak animasi kesatu yang dibuat di dunia. Perkembangan inovasi kamera lantas memunculkan film-film yang kesatu di dunia. Ilmuan Thomas Alfa Edison yang mengembangkan faedah kamera yang dapat merekam gambar gerak dan tidak melulu memotret gambar diam saja. Era sinematografi pun dibuka dengan dibuat film dokumenter singkat yang kesatu kali di dunia oleh Lumiere bersaudara. Film kesatu tersebut berwujud Workers Leaving The Lumiere’s Factory dan melulu berdurasi sejumlah detik saja. Selain tersebut ceritanya melulu menggambarkan semua pekerja pabrik yang kembali dan meninggalkan lokasi kerja mereka di pabrik Lumiere. Meski bagitu film ini terdaftar dalam sejarah sebagai film kesatu yang ditayangkan. Serta di putar di Boulevard des Capucines di kota Paris, Prancis.

Tanggal pemutaran film tersebut pada tanggal 28 Desember 1895 kemudian diputuskan sebagai hari lahirnya sinematografi. Sejak tersebut pun hadir film-film pendek beda yang dibuat. Awalnya penciptaan film memang tidak mempunyai tujuan dan alur kisah yang jelas. Para pembuat film melulu merekam gambar dan suasana di sekeliling mereka saja. Namun kemudian gagasan pembuatan film mulai merambah dunia industri. Saat tersebut memang layar film masih hitam-putih dan pun tidak didukung audio suara. Oleh karena tersebut saat penciptaan film seringkali ada pemain musik yang mengiringi secara langsung sebagagai efel suara. Di Indonesia sendiri, film menjangkau kejayaannya pada era 70-an hingga 80-an atau tepatnya sebelum masuknya Broadcast-Broadcast TV pada tahun 1988 (RCTI).

Masyarakat paling apresiatif dalam menanggapi film-film yang terdapat di Indonesia. Hal ini sehubungan dengan mutu dari film itu yang memang bisa memenuhi keperluan psikologi dan spiritual dari masyarakat Indonesia. Di Indonesia, bioskop kesatu kali hadir di Batavia (Jakarta), tepatnya di Tanah Abang Kebonjae, pada 5 Desember 1900. Namun, kehadiran bioskop ini tidak dapat disebutkan sebagai tonggak mula sejarah film Indonesia. Alasannya, film-filmnya saat tersebut masih impor dari luar negeri. Film kisah kesatu yang diproduksi di Indonesia, tepatnya di Bandung, baru terdapat pada tahun 1926. Film ini berjudul Loetoeng Kasaroeng. Film ini dapat dikatakan sebagai acuan tonggak sejarah perfilman Indonesia. Memasuki abad 20, pertumbuhan film mulai berkembang dengan pesat. Dimulai dengan pengembangan audio suara.

Film-film juga mulai diciptakan dengan durasi yang lebih panjang. Konsep dan tema kisah juga mulai meluas dari sekian banyak genre, mulai dari film komedi, romantis, petualangan sampai perang. Berbagai perusahaan dan studio film juga mulai tidak sedikit dibuat untuk kebutuhan bisnis dan hiburan di zaman tersebut. Di era 1900-an dan 1910-an, film film buatan asal Eropa, khususnya dari negara Prancis, Italia atau Jerman menculik perhatian dan dapat populer di semua dunia. Baru di era 1920-an industri film Amerika Serikat buatan Hollywood mulai diciptakan dan langsung populer. Industri film Hollywood ini lantas menjadi industri film sangat populer yang menghadirkan film-film berbobot | berbobot | berkualitas hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.